Tentang Mahar

27 06 2006

Di bulan Dzulhijjah (bulan Haji), ada salah satu kebiasaan orang Indonesia, yakni “musim orang nikah”, dan ternyata kebiasaan itu terbawa juga sampai ke Jepang. Banyak orang Indonesia di Jepang yang menikah di bulan ini.  

Ada salah satu syarat dalam acara pernikahan, yakni pemberian mahar atau maskawin. Karena ia adalah kewajiban sang calon suaminya sesuai dengan kerelaan wanita yang hendak dinikahinya. Dan “seperangkat alat sholat” juga uang tunai menjadi “mas kawin” yang lazim di masyarakat kita.  

Pada masa Nabi ada wanita yang hendak dinikahi dengan mas kawin berupa sepasang sandal. Saat itu Nabi bertanya kepada sang wanita tentang kerelaannya menerima. Ketika wanita itu mengatakan bahwa ia rela, maka Rasul tidak mempersoalkannya. 

DR. Yusuf Qardhawi dalam bukunya Hadyul Islam Fatawi Mu’ashirah (Fatwa-Fatwa Kontemporer), menyebutkan ada empat hikmah disyariatkannya Mahar.

Pertama, Menunjukkan kemuliaan wanita, karena wanita yang dicari laki-laki bukan laki-laki yang dicari wanita. Laki-laki yang berusaha untuk mendapatkan wanita meskipun harus mengorbankan hartanya. 

Kedua, Menunjukkan cinta dan kasih sayang seorang suami kepada isterinya, karena mas kawin itu sifatnya pemberian, hadiah atau hibah yang oleh Al-Qur’an disitilahkan dengan nihlah (pemberian dengan penuh kerelaan), bukan sebagai pembayar harga wanita, Allah Swt berfirman yang artinya: Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya (QS 4:4). 

Ketiga, Menunjukkan kesungguhan, karena nikah dan berumah tangga bukanlah main-main dan perkara yang bisa dipermainkan.  

Keempat, Menunjukkan tanggung jawab suami dalam kehidupan rumah tangga dengan memberikan nafkah, karenanya laki-laki adalah pemimpin atas wanita dalam kehidupan rumah tangganya dan untuk mendapatkan hak itu, wajar bila suami harus mengeluarkan hartanya sehingga ia harus lebih bertanggung jawab dan tidak sewenang-wenang terhadap isterinya, Allah berfirman: Laki-laki itu adalah pemimpin atas wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka (QS 4:34). 

Demikian,  

Selamat kepada mereka yang baru saja menikah atau sudah lama menikah,selamat menempuh hidup baru, selamat karena Allah memberikan kesempatan menjalani sunnahnya, selamat karena dengan menikah ia akan mempunyai kesempatan lebih banyak  dalam berpartisipasi membangun peradaban Islam dengan melahirkan, mendidik  dan membesarkan  jundi-jundi Allah, selamat karena dengan  menikah ia akan mempunyai peluang meraih syurga melalui jalan menjadi istri shalihah, selamat karena dengan menikah ia mempunyai partner dakwah yang akan menemani terjalnya jalan ini, selamat karena…….. 


Aksi

Information

2 responses

6 11 2006
dino

menikahlah wahai orang-orang yang beriman

14 10 2008
yusuf

Mahar merupakan salah satu hal yang menunjukkan betapa wanita itu sangat dihormati dan dijunjung tinggi.
Hendaknya mahar itu sesuatu yang memiliki nilai dan dapat dimanfaatkan, karena mahar ini merupakan hak mutlak istri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: