Senja di Bandara Adi Sucipto

27 06 2006

Pesawat garuda dengan nomor penerbangan GA 421 akan segera berangkat. Ditataplah mata sang istri kesayangannya, “Abi berangkat mi ya, ummi hati-hati dan jangan lupa sholat malam dan tilawah Qurannya” begitulah kata terakhir yang terucap dari lidah Shalahuddin kepada istri yang sangat dicintainya. “Ya bi, abi hati-hati dan jangan lupa berdoa” sahut Zahrah, wanita cantik yang dinikahinya sejak 1 tahun yang lalu.

Sore itu, bandara Adi Sucipto menunjukkan jam 17:15 WIB, 15 menit lagi pesawat yang akan membawa Shalahuddin ke Jakarta akan segera berangkat. Tidak banyak yang Shalahuddin sampaikan kepada istrinya yang baru kuliah di UGM itu. Ruang tunngu bandara telah menjadi saksi perpisahan mereka untuk kedua kalianya. Sejak September 2000, Shalahuddin mendapat tugas belajar ke Tokyo Jepang dari UGM, tempat dia bekerja.

“Penumpang dengan nomor penerbangan GA 421 tujuan Cengkareng Jakarta dipersilahkan untuk menuju pesawat” ucap sang operator bandara. Suara wanita yang terdengar dari mikropon tersebut telah mengingatkan Shalahuddin untuk segera melepaskan genggaman erat tangannya dari tangan lembut istrinya. Setelah Zahrah mencium tangan Shalahuddin dan Shalahuddin pun tak lupa mencium kening istrinya, Shalahuddinpun segera menuju ke arah pesawat. “Assalamualaikum ummi” ucap Shalahuddin lirih sambil melambaikan tangannya. “Waaalaikum salam Abi”, sahut Zahrah sambil membalas lambayan tangan Shalahuddin.

Nampah kesedihan yang amat mendalam melanda kedua pasangan suami istri itu. Bagaiman tidak, setelah 4 bulan menikah, tugas belajar ke LN untuk sang suami telah memaksa keduanya untuk bepisah. Dan Shalahuddin baru bisa pulang ke Indonesia sekali dalam 6 bulan.

Sesaat ketika Shalahuddin berjalan menuju pesawat, dipandangnya wajah istrinya yang manis dan akhirnya lenyap dibalik dinding pesawat. Setelah 5 menit Shalahuddin duduk di kabin, pesawat segera take off dan setelah beberapa detik pesawat sudah ada di Udara. Di dalam kabin dekat jendala, pandangan Shalahuddin menerawang jauh ke bawah. Sambil menghela nafas panjang, bibirnya berucap “Subhanalloh, begitu indah pemandangan Yogya jika dilihat dari pesawat di malam hari”.

Setelah berdoa, nampak dia tengah memikirkan sesuatu. Hadir dalam ingatannya, hari-hari yang pernah ia lewati bersama istrinya. Meskipun hanya 2 minggu, Shalahuddin merasa sangat bahagia sekali. Diingatnya bagaimana sang istri telah memanjakannya dan penuh perhatian kepadanya. Tak terasa dari lidahnya muncul senyum kecil sambil berucap “Alhamdulillah, Yaa ALLOH Engkau telah menganugerhakan seorang wanita yang baik dalam hidup saya, peliharalah hubungan kami dalam Ridho-Mu dan berilah kekuatan kepada kami untuk tetap Istiqomah di Jalan-Mu”.

Lamunan panjang tentang hari-hari bahagia yang pernah ia lewati dengan sang istri membuatnya tidak sadar kalau pesawat akan landing di bandara cengkareng. “Silahkan kenakan sabuk pengaman dan tegakkan sandaran kursi, pesawat akan segera mendarat” instruksi dari co-pilot itu telah menyadarkan Shalahuddin, kalau ia harus segera siap-siap untuk turun. Jam dinding di Bandara cengkareng menunjukkan jam 18:30 WIB.

Setibanya di bandara Cengkaren, Shalahuddin langsung menuju Mosholla untuk melaksanakan sholat. Karena waktu Maghrib sudah habis, Shalahuddinpun memutuskan untuk menjamak sholatnya. Setelah sholat, dilihatnya schedule perjalanan selanjutnya. Tercatat bahwa pesawat dengan nomor penerbangan GA 880 tujuan Tokyo akan berangkat jam 23:30 WIB. Dari musholla, Shalahuddin berjalan menuju Lobby sambil mengarahkan pandangannya ke papan flight time schedule di papan itu tertulis bahwa Boarding time untuk pesawat GA 880 tujuan Tokyo jam 22:00 WIB. Dilihatnya jam yang ada di HP-nya, angka menunjukkan jam 19:30 WIB, artinya masih ada waktu 2,5 jam untuk istirahat

Di kursi panjang yang ada di waiting room, Shalahuddin segera duduk bersandar sambil menselonjorkan kakinya. Nampak sedikit kelelehan dari garis-garis wajahnya. Banyak lalu lalang penumpang lewat di depannya. Sesaat pandangannya tertuju kepada anak kecil bule dengan umur sekitar 10 tahunan. Sambil menunggu orangtuanya yang sedang check in, anak kecil tadi bermain dengan scat board kecil. Pandangan itu telah membawa Shalahuddin untuk mengingat masa kecilnya dulu.

Ingatannyapun terus menerawang jauh, menyelusuri “jalan panjang” masa kecilnya dulu.

“Mas, tujuannya kemana ?” tanya satpam bandara. Sejenak Shalahuddin kaget dan tersadar dari lamunannya. “Tokyo pak” jawab Shalahuddin. “Garuda yaa, Boarding time sudah dibuka lho mas” ungkap satpam. Sesaat Shalahuddin melihat jam, ternyata waktu sudah menunjukkan jam 22:40 WIB. “Wah berapa menit lagi nich, terima kasih banyak pak” sahut Shalahuddin kaget. Shalahuddin memutuskan untuk menghentikan penjelajahan panjang masa kecilnya dulu, dia rapikan tasnya dan segera check in. Setelah beres, beberapa saat kemudian terdengar suara “Penumpang dengan nomor penerbangan GA 880 tujuan Narita Tokyo dipersilahkan untuk segera naik ke pesawat”.

Setelah melewati petugas emigrasi, dengan langkah pasti Shalahuddin berjalan menuju pesawat. 15 menit kemudian, Shalahuddin sudah berada di dalam pesawat. Setelah mengikuti instruksi dari co-pilot, Shalahuddin segera duduk bersandar di kursi dan pesawat segera take off.

Setelah pesawat di udara, dia berucap “Istriku, semoga ikatan-ikatan suci yang baru saja kita rajut, menjadi ikatan yang kuat dan kokoh, bukan ikatan rumah laba-laba yang lemah, tapi laksana permadani yang akan membawa kita dan generasi kita terbang tinggi ke masa depan yang lebih baik” dan Shalahuddin-pun tertidur lelap karena kecapaian.

Kado Ultah pernikahan ke-3 untuk istriku, semoga cinta abi tidak berubah
(Cinta ibarat bunga, agar ia tetap tumbuh dan subur, harus terus dipupuk dan disirami)


Aksi

Information

One response

12 08 2008
Resi Bismo

masyaallah it is so sweet, mengharukan. Saya ninggalin istri, setelah 4 hari kami menikah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: