[Kliping Sejarah] Surat Agus Salim kepada Istrinya

27 06 2006

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa H. Agus Salim adalah salah satu pejuang dan juga diplomat handal di awal-awal Indonesia berdiri. Selain itu, ternyata Agus Salim juga seorang yang romantis dan mesra di dalam keluarganya, paling tidak hal ini terungkap dalam surat-surat yang dikirim kepada istrinya saat beliau di luar negeri atau di pengasingan. H. Agus Salim menikah pada 12 Agustus 1912 dengan Zainatun Nahar dan dikarunai 10 orang anak. Di usia pernikahannya ke-35 atau tahun 1947 Agus Salim ditugaskan ke Kairo Mesir. Berikut salah satu “kliping” surat beliau kepada istrinya.

Kairo, 17 Juni 1947

Maatje sayang

Surat pendek ini hendak saya tumpangkan kepada AR Baswedan, yang besok pagi akan terbang ke Indonesia, mudah-mudahan selamat dan cepat sampainya.

Sangat sibuk kami bekerja di sini terutama sekali sibuk oleh banyak kunjungan-kunjugan dan menghadiri rapat dan perjamuan. Kalau hari sudah malam badan lesu ataupun pikiran bimbang, karena awak bekerja di negeri orang, kabar dari rumah hampir tidak ada. Awak hidup senan, hidup serba cukup, di rumah entah bagaimana hidup anak bini. Rindu hati tidak dapat dikatakan, di negeri orang ini yang badan diri sungguh merasakan nasib menjadi orang asing., tidak dibawa orang dalam pergaulan rumah tangga orang, tidak bertemu orang keculai karena urusan dan kepentingan. Ada di sini Abdul Hamid dengan Ibunya janda Bapak Ahmad Chatob dan saudaranya Chadidjah dan 2 orang istrinya dan tiga orang anaknya. Tapi cakap-cakap tidak berdapatan dengan meraka. Lagi pula selangkoh rasanya kanda bercakap-cakap dengan dua orang istri yang suaminya satu. Lebih-lebih sasudah yang satu bertanya, adakah kanda ini berbini dua atau lebih. Rindu kanda lebih-lebih terasa, sebab tak ada membawa potret satupun jua dari rumah. Kalau memikirkan Mansur Ciddiq sedih hati kanda karena anak itu tak ada kawan dan barangkali berkecil hati kepada papanya yang dating-datang hilang saja naik keatas udara di depan matanya, lalu dinantikannya dari sehari ke sehari tidak pulang. Malah sampai sekarang belum tentu lagi bila kanda akan boleh pulang. Oleh karena itu baiklah adinda dan anak-anak perlukan berkirim surat agak sekali seminggu atau dua kali seminggu dengan pos udara. Adres kanda Haji A. Salim, POB 1845 Kairo. Dan lekaslah kirim potret. Adinda ingatlah jika kamu di sana rindukan Paatje, sedikitnya kamu ada berkumpul dan dapat tolong menolong; senang dan sakit boleh sama dirasakan. Tetapi kanda disini kalau rindu hanya mata yang kering; diri awak sebatang kara.

Lebih-lebih yang membimbangkan hati kanda dan kawan-kawan disini, dari pemerintah Republik, dari kementrian Luar Negeri, dari Bung Sjahrir sedikitpun tidak mendapat kabar, surat atau kawat. Jika bung Sjahrir ada di Jakarta tolong adinda perlukan pergi menemuinya dan katakana bahwa kanda sangat berharap mendapat kabar dan pesan atau kata yang tegas dari padanya. Lain dari pada suratnya tanggal 21 Mei dibawa Dr. Subandrio tak pernah kanda mendapat kabar darinya. Katakan pula bahwa kanda minta kiriman uang kepada Bung Utoyo di Singapura dan kiriman itu perlu mesti sampai sebelum tanggal 15 Juli depan ini, sebab di tanggal itu pengiriman uang akan ditutup. Sekianlah dulu. Nanti dengan pos udara kanda akan sambung lagi. Kasih sayang kanda dengan peluk cium kepada Adinda dengan anak-anak dan cucu sekalian.

A. Salim

(maroji: TARBAWI)


Aksi

Information

2 responses

13 06 2011
Imas

subhanallah, benarkah ini surat yang ditulis oleh H. Agus Salim??? dari mana anda mendapatkan surat tersbeut ? maaf, hanya ingin agar sumber nya jelas

12 11 2012
girl

This post will assist the internet viewers for building
up new blog or even a weblog from start to end.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: