Teman-teman Pilihan

24 10 2007

Rosululloh SAW bersabda: “Andai manusia mengetahui apa yang akan dialami seseorang jika ia seorang diri, niscaya tak ada orang yang menempuh perjalanan seorang diri” (Fath al Bary, 6/138).

Ar-rafiiq qabla thariiq, itulah sebuah ungkapan yang sangat penting ketika seseorang memulai untuk menempuh sebuah perjalanan, bermakna “Memilih teman sebelum memulai perjalanan”.

Para penempuh “perjalanan Dakwah”, pada hakikatnya sama saja dengan penempuh perjalanan pada umumnya yang memerlukan teman perjalanan sebagai teman bicara, berdiskusi, saling berbagi suka dan duka, saling memikul kesulitan selama perjalanan, menjadi penasehat ketika lemah, pelipur lara ketika sulit, pelindung saat ketakutan mencekam, pendorong saat lemah.

Perjalanan Dakwah ini, juga dikiaskan dengan perjalanan dalam urusan lain yang juga membutuhkan teman-teman sejati. Terilhami oleh salah satu syarat perjalanan, yakni Ar-rafiiq Ash Shaalih (teman yang biak). Di jalan Dakwah ini, kami secara otomatis tergabung dalam kebersamaan setelah berbagai tahapan seleksi. Seleksi yang paling dominan adalah tabiat kehidupan, dan perjalanan ini telah menyeleksi kami dan saudara-saudara kami, secara tidak langsung. Ragam ujian, cobaan, berbagai fitnah, godaan, dan rayuan di perjalanan ini yang telah menyeleksi saudara-saudara kami.

Sehingga akhirnya, lantaran seleksi tadi, kami dapati saudara-saudara di jalan Dakwah saat ini adalah mereka yang InsyaaALLOH bias saling membantu untuk mencapai cita-cita perjalanan ini. Semoga merekalah yang disebut sebagai Ar-rafiiq Ash-Shaalihah.

Dan,
Kami bersyukur berada di Jalan ini, Jalan yang dipenuhi oleh teman-teman pilihan, lantaran mereka telah melewati berbagai seleksi yang secara tdk langsung kami rasasakan selama menempuh perjalanan ini.





Industri iPod dan Pemenang Hadiah Nobel Fisika 2007

22 10 2007

Industri iPod dan Pemenang Hadiah Nobel Fisika 2007

[tulisan ini telah dimuat di portal Berita Iptek http://www.beritaiptek.com/ ]

Hadiah Nobel untuk tahun 2007 di bidang Fisika telah diberikan kepada ilmuwan di Prancis dan Jerman pada 9 Oktober yang lalu. Mereka, pasangan Albert Fert (Paris-Sud University, France) dan Peter Gruenberg (The Research Center of Solid State Physics, Germany) berhak menerima sejumlah uang sebasar 1.5 juta US dolar, sebagai penghargaan terhadap pekerjaan mereka menemukan fenomena Giant Magneto Resistance (GMR).

Pada awal tahun 2007 mereka juga menerima The Japan Prize, dalam katagori yang sama dengan saat mereka menerima Nobel Prize, yaitu: The discovery of Giant Magneto-Resistance ( GMR) and its contribution to development of innovative spin-electronics devices (ref.: http://www.japanprize.jp/prize/prize_e1.htm ).

Fenomena GMR

Fenomena GMR atau Giant Magneto-Resistance yang sebelumnya lebih popluler disebut sebagai Magneto-Resistance (MR) ditemukan pada tahun 1988 oleh pasangan A. Fert dan P. Guenberg. Secara sederhana adalah fenomena fisika pada material, dimana jika medan magnet (M) dengan perubahan medan yang sangat kecil/lemah dikenakan pada suatu material, maka akan muncul perubahan electric-resistance (R) yang luar biasa besar pada material tersebut. Pada generasi awal, Magneto-Resistance (MR) yang memunculkan istilah sensor magnetic hanya digunakan untuk mendukung teknologi Hard Disk Drive (HDD) tepatnya sebagai MR read-sensor head yaitu piranti untuk membaca informasi/data pada Hard Disk.

Sebuah Hard Disk menyimpan data digital sebagai titik magnetik pada permukaan sebuah disk yang disebut bit. Sebuah bit (dimana data akan dikomposisikan sebagai bit) menyatakan nilai 0 saat disk dimagnetisasi pada satu arah, dan bernilai 1 bila arahnya berlawanan. Dan perubahan arah magnetik pada setiap bit akan diterjemahkan sebagai kombinasi 0 dan 1.

Satu bit akan menyimpan satu informasi dalam bentuk angka biner kombinasi 1 dan 0. Proses pembacaan data/informasi (kombinasi angka biner 0 atau 1) berawal dari munculnya medan magnet yang berasal dari perubahan orientasi arah magnetic pada setiap bit. Medan magnetic tersebut kemudian terekam oleh MR sensor melalui perubahan electric-resistance (R)-nya akibat adanya induksi magnetik.

Sejak ditemukan fenomena GMR, aplikasi MR sensor tidak hanya digunakan sebagai pelengkap piranti pada HDD komputer saja. Penemuan GMR material menjadi awal untuk melakukan trobosan secara total pada teknologi hard disk berbasis nano teknologi. Dengan sensivitas yang sangat tinggi terhadap perubahan medan magnetik sekecil apapun, fenomena GMR berbuah pada pengembangan Hard Disk Drive (HDD) berukuran sangat kecil dengan kapasitas tinggi dan proses transfer data/informasi dengan kecepatan tinggi.

Sehingga sekarang HDD tidak hanya digunakan sebagai piranti komputer. Ukurunnya yang semakin kecil, teknologi HDD telah merambah teknologi audio-visual portable. Industri IPod and HDD-pocket tidak mungkin muncul tanpa penemuan GMR. Handycam, Car Navigator, dan Mobile Phone adalah beberapa contoh industri elektronika yang sekarang telah menggunakan HDD.

Dan yang tak kalah pentingnya dari penemuan fenomena GMR ini, adalah fenomena ini seakan menjadi pintu masuk atau inspirasi terhadap munculnya istilah/fenomena baru yaitu “Spin Electronics” dengan beragam kajian serta aplikasinya. Jika selama ini kajian elektonika dan turunan serta aplikasinya (semikonduktor, superkonduktor, konduktor, Insulator, dan lain lain) selalu berawal dari fenomena keberadaan elektron (yang berputar mengelilingi proton).

Maka dalam Spin Electronics adalah fenomena Spin pada elektron, yakni perputaran Elektron pada sumbunya sendiri telah memunculkan bermacam kajian dan aplikasi, selain GMR, ada juga TMR (Tunneling Magneto-Resistance) untuk aplikasi MRAM (Magnetic Random Acces Memory) yang di masa depan akan mampu menggantikan berbagai Teknologi Memory berbasis Semikonduktor (seperti RAM pada komputer, Flash memory, memory card, dan lain-lain)

Edi Suharyadi, Staf pengajar di Jurusan Fisika UGM, Peneliti pada Institute for Science and Technology Studies (ISTECS), bidang kajian Magnetic Nanostructures dan aplikasinya untuk Hard Disk Drive (HDD) devices. Email: esuharyadi at yahoo.com





Mengapa Kami Berada di Jalan Dakwah?

10 10 2007

Mengapa kami berada di Jalan Dakwah?,
Seakan tak ada waktu satu detikpun untuk meninggalkan jalan tersebut. Setelah sekian lama mengembara, berjalan, menapaki jalan Dakwah, pertanyaan seperti itu selalu penting untuk kami renungi.

Tentu banyak sekali uraian alasan terhadap pertanyaan ini. Kenapa Jalan Dakwah seolah menjadi pilihan jalan kami yang utama?. Sesungguhnya Jalan Dakwah adalah kebutuhan kami sendiri. Rasa kebutuhan yang melebihi sekedar merasakan bahwa jalan ini merupakan kewajiban kami. Bahkan lebih dari sekedar kebutuhan, karena kami melangkah di jalan ini merupakan bagian dari rasa syukur kami atas hidayah ALLOH kepada kami.

Jalana Dakwah, telah mengajarkan bahwa kami memang membutuhkan Dakwah. Lalu kebersamaan dengan al-akh saudara kami di jalan ini, semakin menegaskan bahwa kami harus hidup bersama mereka di jalan ini agar berhasil dalam kehidupan, baik di dunia terlabih lagi di akhirat.

Kami semakin mendalami pesan Rosululloh SAW, “Barangsiapa mengajak kepada petunjuk ALLOH, maka ia akan mendapat pahala yang sama seperti jumlah pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka” (HR Muslim).

Ada banyak orang-orang mulia, kaum muslimin para pendahulu kami yang telah menuai pahala begitu banyak karena asbab mereka kami mengenal Islam secara “utuh” dan telah mengantarkan kami mengimani agama ini. Ada banyak para pendahulu kami di Jalan Dakwah yang memperoleh nilai pahala besar kerena upaya mereka membimbing kami untuk melangkah di jalan ini.

Kami ingin seperti para pendulu kami di jalan ini yang telah banyak memperoleh keridhaan ALLOH karena peran-peran dakwah-nya. Dan karena itulah, kami memang sangat membutuhkan jalan ini, sebagai penyangga kebahagiaan dunia dan akhirat. Tak ada mahluk ALLOH yang mendapatkan dukungan Do’a dari seluruh mahluk-Nya, kecuali mereka yang menguapayakan kebabaikan dan berdakwah. Rosululloh SAW bersabda “Sesungguhnya ALLOH, para Malaikat, semut yang di dalam lubangnya, bahkan ikan yang ada di lautan akan berdo’a untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia” (HR. Tirmidzi).

Alasan lain adalah karena Dakwah akan menjadi penghalang turunnya azab ALLOH, sebagaimana dijelaskan dalam Al Qur’an “Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa [QS Al-A'raf 165]

Inilah yang disabdakan Rasululloh SAW tatkala Zainab ra. bertanya, “Apakah kita akan diazab oleh ALLOH, sedangkan di antara kita ada orang-orang Sholih?”, Rasululloh menjawab, “Ya, jika keburukan itu sudah mendominasi” (Muttafaq ‘alaihi).

Kami berharap agar keberadaan kami di Jalan Dakwah ini, merupakan salah satu langkah menyelamatkan diri sendiri dan manusia dari azab ALLOH. Bukan hanya azab yang berupa musibah, TAPI termasuk azab ALLOH berupa keterhinaan, kerendahan izzah, hingga keterjajahan umat Islam di dunia ini

Adakah orang-orang yang akan bergabung bersama kami menempuh Jalan ini????