Untukmu Para Penyeru Kebenaran,

18 06 2007

Qum, Faanzir!
Bangkit dan berdirilah, susun barisan dan kekuatan. Barisan dan kesatuan Umat. Kobarkan semangat dan seruan. Seruan kepada kebenaran dan peperangan terhadap kebathilan. Gemakan sentiasa Kalam Ilahi, kumandangkan selalu suara dan seruan kebenaran. Hingga seruan itu sampai kepada setiap manusia. Gempitakan kepada dunia dan kepada manusia ajaran agama Tauhid, ajaran Cita dan Cinta.

Worabbaka fakabbir!
Besarkan Tuhanmu, di atas segala! Tak ada menyamai KebesaranNya. Tiada kekuasaan yang menyamai KekuasaanNya. Tiada urusan atau kepentingan yang lebih daripada urusan dan kepentingan menjalankan perintahNya. Semuanya kecil dihadapan Allahu Akbar. Fana, lenyap dan binasa segala dalam ke BaqaanNya. Tiada harapan selain kepada RidhaanNya belaka. Tiada kesulitan apabila ruh telah bersambung dengan Allah. Semuanya akan mudah bagiNya.

Wathiabaka fathahhir!
Bersihkanlah dirimu, lahir dan batinmu! Hanya dengan kesucian ruh, Amanah dan Risalah ini dapat engkau jalankan. Risalah dan Amanah ini adalah suci. Dia tidak boleh dipegang oleh tangan yang kotor, jiwa yang berlumur dosa dan noda. Hanyalah dengan kesucian ruh engkau dapat memikul tugas dan beban berat Dakwah ini. Thahirum muthahir, suci dan mensucikan, itulah peribadi Mukmin yang sejati. Tangan yang berlumur darah maksiat tidak mungkin akan akan mampu berbuat kebaikan kepada dunia dan manusia. Jiwa yang kotor dan penuh dosa tidak mungkin akan memberikan isi dan arti dunia dan manusia.

Warrujza fahjur!
Jauhilah maksiat, Dosa itu akan menodai dirimu, akan menghitamkan wajah-hatimu. Engkau tidak akan sanggup menghadap, jika mukamu tebal dan hitam dengan dosa dan maksiat, Namamu akan cemar dihadapan Rabbul Izzati kalau laranganNya tidak engkau jauhi. Bersihkanlah dirimu, keluargamu, masyarakat, bangsamu dari kemaksiatan dan kemungkaran. Makruf yang harus tegak dan mungkar yang harus tumbang, adalah program perjuanganmu. A1-Haq yang harus dimenangi dan bathil yang harus dibinasakan, adalah acara dan jihadmu.

Wala tumnun tastakthir’!
Janganlah engkau memberi karena harap balasan yang banyak! Jalankan tugas ini tanpa mengharapran balasan dan ganjaran dari manusia. Menjalankan tugas adalah berbakti dan mengabdi, tidak mengharapkan balasan dan pujian, keuntungan benda dan material. Kekayaan manusia tidak cukup untuk “membalas” kerja Dakwahmu yang tidak ternilai itu. Jalankan tugas ini karana hanya mengharapkan keRidhaan Allah.

Walirabbika fasybir!
Karana Tuhanmu, hendaklah engkau sabar! Lakukanlah tugas dakwah ini dengan segala kesabaran dan keteguhan. Sabar menerima musibah yang menimpa, ujian yang datang silih berganti. Sabar menahan dan mengendalikan diri. Tidak putus asa dan hilang harapan atau kecewa melihat hasil yang ada atau tidak seimbangnya hasil dan pengorbanan yang diberikan. Hanya dengan Sabar akan menyampaikan engkau kepada tujuan.





Ketsiqahanku pada Jalan ini

13 06 2007

“Katakanlah: ‘Inilah jalan (agamaku), aku dan orang-orang yang mengikuti mengajak kamu kepada Allah dengan hujah yang nyata’”. Yusuf: 108.

Para musafir yang melalui jalan apapun pasti akan mempercayai jalan yang mereka lalui bahwa itulah jalan yang akan menyampaikan mereka kepada tujuan. Dan supaya mereka terus berjalan dan tidak ragu atau mereka tidak berpindah ke jalan lain lalu mereka bercerai-berai mengikuti berbagai jalan.

Jalan dakwah adalah jalan yang utama lantaran di jalan ini seorang Muslim mengikatkan segala urusan hidupnya dan kepadanyalah ia menyerahkan segala apa yang dimilikinya, harta, jiwa, fikiran dan waktu.

Jalan dakwah ini bukanlah jalan bid’ah dan bukanlah jalan yang baru, tetapi ia adalah jalan Rasulullah s.a.w. di mana beliau berjalan bersama dengan sahabat-sahabatnya.

Inilah jalan yang diperkenalkan kepada kita oleh Imam as-Syahid Hasan al-Banna yang diambil dari sirah Rasulullah s.a.w.

Inila jalan yang aku percaya, lantaran manhajnya adalah Kitabulloh yang tidak kompromi dengan kebatilan. Satu jalan yang menjadikan ALLOH tujunnya, Muhammad sbg Tauladannya, Al-Qur’an sbg petunjuknya, Jihad sebagai jalannya dan Syahid sebagai cita-citanya yang tertinggi.

Imam Hasan al-Banna telah berkata kepada para pemuda: “Hai para pemuda! Di atas dasar- dasar yang tetap ini kami menyeru kamu semua. Maka sekiranya kamu beriman kepada fikrah kami dan kamu mengikuti jejak langkah kami dan kamu bersama kami melalui jalan Islam yang hanif. Dan kamu membersihkan diri kami dari segala pemikiran yang lain dan kamu menyerahkan segala urusan kamu untuk akidah, maka inilah yang lebih baik bagi kamu di dunia dan di Akhirat. Sekiranya Allah menghendaki, Allah akan membuktikan kepada kamu apa yang telah dibuktikanNya kepada para Salafus-saleh di jaman Rasulullah dan para sahabat-sahabatnya.

Ku tak kan ragu dengan keaslian jalan ini, kerapian tujuannya dan kebenaran caranya.

Keraguan pada jalan ini, senantiasa dihembuskan para musuh-musuh Islam yang tak “rela” Islam ini jaya. Tapi janji ALLOH tak kan pernah berubah, “Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang kafir membencinya”. Para musuh-musuh Islam telah menyusun “scenario” dan “konsipirasi” terhadap gerakan Dakwah Islam, lantaran keyakinan mereka bahwa Dakwah Islamlah yang akan menghapuskan kebatilan mereka.